Senin, 05 Desember 2016

Ketika Charles Darwin Kebingungan


Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, teori Darwin justru bergerak menuju ambang kehancuran. Teori yang menyatakan bahwa nenek moyang manusia adalah kera tersebut mendapat kritikan, karena mengandung banyak kelemahan. Misalnya saja tentang catatan fosil dan keteraturan alam.

Dalam Origin of Species, Darwin menjelaskan,

"Jika teori saya benar (bahwa suatu spesies berasal dari spesies lain), pasti pernah terdapat jenis-jenis bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan semua spesies dari kelompok yang sama. Sudah tentu bukti keberadaan mereka di masa lampau dapat ditemukan pada peninggalan fosil-fosil."

Ternyata teori tersebut tidaklah benar. Menariknya, ketidakbenaran teori itu dinyatakan oleh Darwin sendiri, sehingga ia mengaku jadi terbingung-bingung,

Sekadar Pamer Simbol-Simbol Islami

Sebagian kita mungkin merasa heran, kenapa banyak orang lebih mementingkan kualitas zahir daripada batin? Kenapa mereka berjibaku mengejar sisi materi dan mengabaikan sisi ruhani? Bahkan, diri kita terkadang demikian juga. Tanpa sadar kita sudah larut bersama kaum materialistis. Kita lebih mementingkan penampilan luar, dengan cara menunjukkan simbol-simbl islami dan memamerkan penggunaan produk yang zahirnya syar'i, padahal dalam waktu yang sama, hati kita kosong dari petunjuk rabani.

Sebagian kita dengan bangganya memperlihatkan kebaikan-kebaikan di depan sesama, padahal dalam kerahasiaan, kita sibuk menghimpun dosa-dosa.

Kembali ke pertanyaan tadi, kenapa kebanyakan orang lebih mementingkan kualitas zahir daripada batin? Sebagian alasannya, sebagaimana berikut.

Siapa Bilang Dubai Maju?!

Jika melihat bangunan dan tata kota di Dubai (meskipun hanya lewat internet), mungkin kita akan berdecak kagum dan bilang WOW. Kota di negara Uni Emirat Arab memang terlihat modern, bahkan lebih modern daripada sebagian negara-negara Barat. Hampir semua fasilitas masakini ada di sana. Gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi, mengangkasa. Tempat-tempat untuk memanjakan tubuh tersedia.

Apakah Dubai bisa dikatakan negara maju? Sebagian mengatakan, "Iya". Sebagian lainnya mengatakan dengan lantang, "TIDAK". Dr. Ashim Dasuqi, dosen di Universitas Helwan, seorang sejarawan Mesir yang spesialisasi dalam bidang sejarah modern, juga ahli dalam bidang ekonomi dan ilmu-ilmu sosial adalah salah seorang pakar yang mengatakan bahwa Dubai bukanlah kota maju. Demikian juga dengan daerah-daerah sejenis lainnya di Teluk Arab.

Dubai bukanlah daerah produsen, tetapi konsumen. Fasilitas-fasilitas modern dan canggih didatangkan dari Barat. Tenaga ahli, arsitek, dan insinyur, diimpor dari Barat. Dubai bisa menyediakan semua itu karena punya dana, kaya dari hasil minyak. Sedangkan menurut beliau (Dr. Ashim Dasuqi), standar sebuah daerah bisa dikatakan maju, jika daerah tersebut aktif berproduksi, bukan sekadar mengonsumsi.

Di Antara Efek Positif Menulis

Di antara efek positif yang saya rasakan selama menjadi penulis, sebagaimana berikut:

1. Lebih banyak membeli dan membaca kitab/buku; lebih banyak belajar.
2. Lebih banyak bertanya, menengok ragam komentar ulama/ilmuwan/pakar terhadap suatu permasalahan.
3. Lebih banyak merenung dan bermuhasabah (terutama saat proses menulis).
4. Dapat rezeki yang tidak terduga.
5. Lebih banyak relasi, baik dengan editor, sesama penulis, maupun pembaca se-Indonesia.
6. Lebih sering "menengok" perkembangan buku-buku yang beredar di Indonesia. Akhirnya tahu, tema atau hal apa saja yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.
7. Ilmu yang pernah saya dapatkan terasa lebih awet dan bahkan bisa dikoreksi lagi (karena didokumentasikan/dibukukan, sekaligus ditambah dengan data-data baru lainnya).
8. Semakin runtut dan tertib dalam berpikir, karena terbiasa menyusun data/referensi acak menjadi bab yang runut serta saling berhubungan dalam satu buku.
9. Lebih peka terhadap lingkungan, karena berusaha mengambil hikmah dari setiap kejadian (untuk kemudian dituliskan dan ditambah dengan data-data lainnya).
10. Merasa lega bisa berbagi kepada sesama semampunya, meskipun hanya lewat tulisan sederhana.
11. Dan lain-lain.

Semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua dan mudah-mudahan Dia menganugerahkan keikhlasan kepada kita dalam berkarya.

Mau Menerbitkan Buku?


Saya senang, cukup banyak teman-teman yang bertanya via inbox Facebook, bagaimana cara menerbitkan buku di penerbit A, B, C, dan seterusnya.

Hanya saja perlu saya ingatkan (khususnya bagi pemula), persaingan menerbitkan buku di penerbit mayor semakin ketat. Apalagi jika penerbit sudah punya list pengarang yang mumpuni, yang selalu bisa diajak kerja sama menulis buku. Penerbit tinggal pesan naskah kepada mereka, "Mas, tolong tulis naskah religi dengan tema A, ya....", "Mbak, penerbit lagi butuh naskah remaja dengan tema B. Bisa nggak kamu menulisnya?", dll.

Memang sih, ada sebagian penerbit yang cenderung "memudahkan" dalam proses seleksi. Namun, itu juga bukan jaminan buku kita pasti lolos.

Intinya, persiapkan naskah sebaik-baiknya. Tulislah naskah dengan format yang rapi. Perhatikan EYD. Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Lengkapi naskah yang akan dikirim dengan sinopsis, daftar isi, profil penulis, daftar referensi, dll.

Meskipun temanya tetap tema yang masih naik daun, buatlah naskah yang "anti mainstream" dari sisi penyajian. Buat inovasi baru. Jangan lupa, sesuaikan konten naskah kita dengan visi-misi penerbit yang dituju. Jika mengirimkan naskah via email, jangan lupa juga buat surat pengantar/permohonan penerbitan di badan email.

Ada hal-hal lain yang sebenarnya perlu diperhatikan saat ingin mengirimkan naskah ke sebuah penerbit , tetapi ketentuan-ketentuan tadi sudah cukup mewakili.

Demikian, semoga berhasil, ya :)

Kesalahan Penggunaan Kata "Tidak Bergeming" dan "Acuh"

Ungkapan pernyataan tidak bergeming sering digunakan seperti pada kalimat berikut.

(1) "Politikus itu tetap tidak bergeming pada pendirian yang diyakininya".

Benarkah pemakaian ungkapan pernyataan di dalam kalimat itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bergeming berarti 'diam saja atau tidak bergerak sedikit juga'. Kata bergeming yang dikaitkan dengan pendirian berarti 'tidak berubah'. Ungkapan pernyataan tidak bergeming berarti 'tidak tidak berubah' atau 'berubah'. Atas dasar makna kata itu, peng­gunaan ungkapan pernyataan tidak bergeming dalam kalimat tersebut tidak tepat. Pernyataan yang benar adalah sebagai ber­ikut.

(la) Politikus itu tetap bergeming pada pendirian yang diyakininya.

Kesalahan serupa terjadi pula pada pemakaian kata acuh seperti yang terlihat pada kalimat berikut.

(2) Selama ini sikapnya acuh saja terhadap lingkungannya.

Jika kita lihat makna kata acuh itu di dalam Kamus Besar Bahasa
Indo­nesia, pengertiannya sama dengan peduli. Selain dibentuk menjadi mengacuh­kan, kata acuh juga dipakai dalam bentuk acuh tak acuh dengan arti 'tidak peduli'. Selain bentuk acuh tak acuh, muncul pula pema­kaian kata acuh dengan pengertian yang sama. Sebagai
akibatnya, banyak orang yang beranggapan bahwa kata acuh berarti 'tidak peduli' seperti pada kalimat contoh itu, yang seharusnya digunakan acuh tak acuh se­hingga kalimatnya menjadi

Senin, 03 Oktober 2016

5 Cahaya Nasihat Abu Bakar r.a.

Untaian Nasihat Jiwa

Hari ini Anda bangun di pagi hari dalam keadaan segar, kembali melihat warna-warni dunia, bercengkerama dengan keluarga, berkumpul dengan orang-orang tercinta, kongkow-kongkow dengan kolega, semangat pergi bekerja dan mampu melaksanakan berbagai aktivitas tanpa kendala. Namun, adakah jaminan bahwa esok Anda masih bisa melakukannya lagi? Bisakah Anda memastikan bahwa esok masih sehat dan mendapatkan kesempatan dari Allah untuk hidup di dunia ini? Siapkah jika esok Anda meninggalkan kerabat serta semua harta benda yang Anda cintai, lalu terbujur sendirian di dalam kubur yang gelap, sempit, serta sunyi?

Kematian merupakan kepastian yang kedatangannya tak bisa diramalkan. Bertambahnya umur seseorang, berarti bertambah dekat waktu kematiannya. Sebagaimana dirinya merayakan hari ulang tahun, maka kelak ia akan merayakan hari kematian. Sahabat Abu Bakar r.a., dengan untaian nasihatnya yang indah, mengingatkan setiap orang agar mempersiapkan hari kematian dengan "5 Cahaya". Lima cahaya tersebut mampu menumpas "Lima Kegelapan", penyebab penderitaan di akhirat. 5 Cahaya Nasihat Abu Bakar r.a., buku yang menuntun Anda untuk menjalani hidup di dunia secara lebih positif serta memberikan langkah-langkah solutif dalam mempersiapkan kehidupan akhirat.

Judul: 5 Cahaya Nasihat Abu Bakar r.a. 
Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Tinta Medina (Tiga Serangkai Group)

Kamis, 05 Mei 2016

Al-Qur'an antara Tuduhan dan Realitas

Biarlah Al-Qur’an menjelaskan identitas dirinya. Mampukah ia membuktikan bahwa ia datang dari Allah? Kenapa sebagian ayat-ayatnya disampaikan berulang-ulang? Kenapa sebagian ayat-ayatnya terlihat seperti saling bertentangan? 

Bagaimana cara memahami ayat-ayat yang membahas tentang peperangan? Apakah Al-Qur’an mendorong manusia untuk melakukan tindak kekerasan? Apakah ia kitab yang menyebabkan manusia berada dalam kemunduran? Serta masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan sejenis yang jawabannya akan Anda temukan dalam buku ini.

Penulis menggunakan gaya bahasa sederhana serta istilah yang mudah dipahami dalam membahas hal-hal serius seputar Al-Qur’an dan agama Islam. Buku ini tidak hanya menjadi media untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga media perenungan bagi setiap orang untuk terus-menerus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. 

"Al-Qur'an, antara Tuduhan dan Realitas, buku sahabat Irja Nasrullah ini membiarkan Al-Qur'an membuktikan dirinya sendiri sebagai kebenaran dari kehadirat Ilahi yang mengandung nilai-nilai kebaikan, kemajuan, keselamatan, kerukunan, ketenteraman, kedamaian, persaudaraan, kesantunan, kesejahteraan, kemudahan, dan keindahan." 
(Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, Guru Besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Judul              : Al-Qur'an antara Tuduhan dan Realitas
Penulis           : Irja Nasrullah
Penerbit         : Quanta Elexmedia Komputindo (Kelompok Kompas Gramedia)
Tahun Terbit : 2016 

Sabtu, 05 Maret 2016

Tuhan Maaf Kami Belum Bersyukur

Tuhan, maafkan kami. Jangankan mengucap zikir dan syukur, lisan ini malah sering kami gunakan untuk berghibah, fitnah, dusta, bahkan adu domba. Maafkan kami bila mata ini jarang sekali "membaca" Al-Quran. Jangankan pergi shalat berjamaah atau ke majlis ilmu, berdiri sesaat untuk shalat di rumah pun sudah terasa berat dan membebani.

Tuhan, maafkan kami. Biaya hidup kami amatlah banyak. Hingga kami merasa tak ada yang tersisa untuk kami berikan kepada kaum lemah dan dhuafa. Alih-alih berbagi menolong sesama, nikmat-Mu malah kami habiskan untuk memenuhi gaya hidup kami yang boros dan foya-foya.

xxx

Buku ini menyegarkan kembali kesadaran kita bahwa mensyukuri nikmat Allah memang tak semudah menikmatinya. Aneka nikmat dan karunia sering kali disikapi sebagai suatu hal yang biasa dan sudah sewajarnya. Padahal sekedipan mata, seembusan napas, hingga sedetakan jantung adalah wujud rezeki yang sungguh tak tergantikan nikmatnya. Banyak manusia yang lulus dari cobaan kesulitan, tetapi lebih banyak lagi yang gagal dari ujian nikmat dan kesenangan.

Semoga dengan membaca buku ini kita bisa meneladani sosok-sosok pribadi seperti Sulaiman a.s., yang dikaruniai kerajaan dan kekuasaan, tetapi tetap sadar penuh kesyukuran. Seperti Muhammad Saw., yang meneladankan keinsafan bahwa bagi setiap nikmat pasti akan ada tanya.

Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Mizania (Mizan Group)

Allah You Are My Everything: Mencintai Allah Lebih dari Apa Pun

Selagi masih hidup di dunia, pernahkah kita renungkan, lebih banyak mana waktu yang kita habiskan, untuk akhirat atau dunia? Mumpung masih ada waktu, sudahkah meniatkan setiap aktivitas kita sebagai ibadah kepada-Nya?

Bagai kacang lupa kulitnya, manusia pecinta dunia lupa akan tujuan sejati penciptaannya. Tak lagi mengingat bahwa pengembaraannya di dunia tak lain untuk berbekal amal. Dunia dengan segala kelezatannya, yang seharusnya menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya, justru menjadi sumber petaka.

Buku ini berisikan langkah-langkah konkret untuk bisa bergaya hidup yang akhirat oriented, menjadikan Allah sebagai puncak tujuan dan pencapaian hidup, mencintai Allah lebih dari apa pun. Mengajak kita untuk menyadari kembali bahwa dunia yang sesaat ini menentukan nasib kita selamanya di akhirat.

"Ya Allah, janganlah Kau jadikan dunia ini sebagai puncak obsesi kami. Jangan pula Kau jadikan ilmu kami hanya untuk dunia, dan tidak pula dunia ini sebagai akhir perhentian kami."

Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Mizania (Mizan Group)

Menyibak Rahasia Kesuksesan ala Surah Yusuf

"Setiap orang berhak menikmati kesuksesan serta mereguk kebahagiaan sejati." Banyak orang menganggap bahwa kata-kata tersebut tak lebih dari motivasi basi yang diulang dari mulut ke mulut, dan dari buku ke buku. Mereka tak kunjung mampu mewujudkan kesuksesan dan kebahagiaan yang selama ini diimpikan. Atau mungkin mampu mewujudkannya, tetapi sifatnya hanya sementara serta kurang bermakna.

Buku Menyibak Rahasia Kesuksesan ala Surah Yusuf, akan membantah anggapan di atas sekaligus memberikan solusi kongkret dalam meng-gapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Apa yang akan Anda dapatkan dalam buku ini?

1. Bagaimana cara untuk mengubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan?
2. Bagaimana cara mengeksplorasi potensi diri dan mendayagunakan-nya?
3. Bagaimana agar diri selalu teguh berusaha hingga 'gol'?
4. Trik jitu menggapai kebahagiaan di dunia yang berbuah kebahagiaan akhirat
5. Solusi menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga
6. Rahasia menggapai kesuksesan pribadi dan juga sesama
7. Rahasia agar kesuksesan saat ini bisa mengalirkan manfaat bagi keturunan dan generasi selanjutnya
8. Rahasia menggapai kesuksesan abadi, walaupun ruh telah dijemput oleh-Nya

Dan berbagai rahasia kesuksesan sejati ala surah Yusuf yang selama ini jarang diungkap. Kisah-kisah inspiratif dan mutiara-mutiara hikmah juga akan Anda temukan, yang menjadikan buku ini semakin lezat dinikmati.

Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Quanta Elexmedia Komputindo (Kompas Gramedia Group)

Minggu, 09 Agustus 2015

Aku Tak Sempurna


Aku Tak Sempurna (Bukan Alasan untuk Terus Bodoh dan Bergelimang Dosa)

Tak ada yang sempurna. Itu, pasti karena setiap orang punya kekurangan. Tapi, apakah ketaksempurnaan itu lantas membuat kita boleh mengalah pada masalah? Pantaskah menjadikan kelemahan sebagai alasan untuk tunduk di hadapan bujuk rayu hawa nafsu?

Buku ini menyelami lebih dalam tentang hakikat manusia dan tabiatnya. Mengajak kita untuk menyikapi kelemahan bukan sebagai pembenaran atas kesalahan. Sebab di samping keterbatasan yang ada, Allah telah menitipkan segudang talenta dan keajaiban pada diri manusia. Bahwa ketakberdayaan, sejatinya justru mendorong manusia untuk terus berjuang menggapai "kesempurnaan diri", agar tak terus tenggelam dalam kebodohan dan dosa.

Apakah dengan segala ketaksempurnaan itu, kita mau berusaha sekuat tenaga untuk menjadi mulia atau malah pasrah untuk terus menjadi pendosa? 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS Al-Ra'd [13]: 11) 

Kamis, 30 April 2015

Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allah

Apakah Anda pesimistis karena tidak punya pekerjaan? Putus asa karena tak juga menemukan jodoh idaman? Atau kecewa karena tak pernah puas dengan keadaan sekarang? 

Buku ini berisikan tuntunan tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi hidup dan tak pernah berputus asa dalam menjalaninya. Diawali dengan Memahami Hakikat Masalah¸Anda akan memahami bahwa semua orang pasti punya masalah, masalah takkan melebihi kemampuan kita, dan yakini bahwa bersama satu masalah ada banyak kemudahan. Tahapan selanjutnya adalah Muhasabah Diri, mengupas tentang bagaimana upaya kita untuk berani menemukan kekurangan sekaligus kelebihan kita. Berikutnya, Perbaiki Diri, Anda akan diyakinkan untuk selalu optimistis melakukan yang terbaik, terus berjuang dan jangan tersiksa dengan penilaian orang lain. Dan pada bagian terakhir, kita diajak untuk Dekati Allah, sebab inilah sesunngguhnya kunci kebahagiaan hidup setiap manusia. 


Membaca buku ini akan mengubah yang pesimistis jadi optimis, kecewa jadi bahagia, dan yang putus asa jadi yakin dan percaya. Ada juga 40 resep hidup sabar dan optimis ala Rasulullah Saw. Disertai 40 kisah inspiratif di dalamnya. Ditulis dengan gaya bahasa pergaulan sehari-hari, buku ini cocok dinikmati semua kalangan, tanpa batas usia.

"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir." (QS Yusuf [12]: 87)

Judul: Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allah


Penerbit: Mizania

Resensi "Wasiat Rasul untuk Para Pecinta"


Jatuh cinta berjuta rasanya, inilah penggalan bait lagu yang menggambarkan perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Setiap hati manusia memiliki cinta, fitrah yang tidak bisa dipisahkan.  Allah SWT yang telah meletakkan cinta di hati. Adanya cinta membuat kehidupan menjadi indah. Apa arti cinta yang sesungguhnya? Jawabannya ada di buku Wasiat Rasul untuk Para Pecinta. Cinta dalam pandangan Islam dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Buku ini membahas tentang serba-serbi cinta, cinta dan persahabatan, hukum pacaran, mengendalikan nafsu, pernikahan, gambaran keadaan surga dan neraka, dan mengajak untuk  tetap istiqamah. Irja Nasrullah penulis buku ini yang berdarah muda nan penuh prestasi, menuturkan cinta secara detail dan tentu disisipi penggalan ayat suci Al-Qur’an dan hadits-hadits  yang relevan.

Apa definisi cinta yang sesungguhnya? Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa cinta mempunyai 60 istilah. Menurut beliau juga dalam kitabnya yang berjudul Madarijus Salikin bahwa tidak ada definisi cinta yang lebih jelas daripada cinta itu sendiri. Bahkan bila didefinisikan, justru akan membuat maknanya semakin kabur dan kering. Hakikat cinta ya kata cinta itu sendiri. Perkataannya mirip dengan puisi Rumi, Cinta sendirilah yang mampu mendefinisikan cinta itu sendiri. (Halaman 4).

Rabu, 05 November 2014

Sastra dan Ulama Indonesia Tempo Dulu


Kita tahu, tradisi menulis merupakan tradisi kaum intelektual dan para ulama sedunia, termasuk ulama di Indonesia.

Secara khusus, jika kita membincangkan sastra "generasi-generasi sarungan" (GGS), maka kita akan menemukan nama-nama seperti Syekh Mahfudz al-Tarmasi, Syekh Nawawi al-Bantani, dan Syekh Ihsan al-Jampasi.

Bukan hanya itu saja, kita juga akan menemukan ulama dari luar Jawa sekaliber Syekh Hamzah al- Fansuri, Syekh Yusuf al-Makasari, Syekh Ahmad Khatib al-Minakabawi, dan Syekh Abdurrauf al-Singkili.

Nama mereka tetap harum bersama karya-karya yang ditulisnya. Ilmu mereka tetap bersama umat, walaupun raga mereka telah lebur ke dalam pelukan masa. Merekalah ulama Indonesia yang produktif menulis. Sebagian karya-karya mereka bahkan sudah go international.

Kesibukan mereka tak menghalangi untuk tetap menulis. Kesulitan mereka untuk mendapatkan alat-alat untuk menulis, tak menyurutkan untuk tetap berkarya. Mereka para ulama yang selalu haus mencari ilmu sambil tetap berusaha menebar manfaat untuk sesama. Merekalah inspirasi kita semua. Semoga Allah menempatkan mereka ke dalam buaian surga. Aamiin

Wallaahu A'lam

Selasa, 04 November 2014

Mengungkap Rahasia Online dengan Allah

Problematika sosial yang ada di era ini, sungguh sangat beragam. Jika diteliti lebih lanjut, maka akan kita temukan bahwa problematika itu bersumber dari pribadi-pribadi yang telah menjauh dari ajaran Ilahi. Hati mereka tak lagi suci dan tak terkendali. Setan mudah sekali menyusup ke dalam aliran darah dan nafsu mereka, mengajak manusia untuk berbuat hal-hal yang tidak diridai Allah.

Hati terkadang bisa menjadi sumber petaka dan terkadang pula bisa menjadi sumber kebahagiaan, baik di dunia ataupun di alam baka. Hati menjadi inti daripada terciptanya perdamaian umat manusia. Oleh karena itu, diperlukan jiwa yang suci yang selalu mengharap rida dan selalu dekat dengan Allah. Diperlukan hati yang selalu online dengan-Nya selama 24 jam nonstop. Tentu saja, hal tersebut tidak mudah, mengingat tabiat manusia yang cepat sekali berubah. Oleh karena itu diperlukan trik khusus untuk merealisasikannya.

Senin, 03 November 2014

Berapa Harga Piramida Jika Dijual?

Banyak sekali artikel dan video yang membahas 'misteri' pembangunan Piramida Giza, Mesir. Namun, jarang ada artikel ataupun video yang membahas berapa harga Piramida kalau dicairkan dalam bentuk uang.

Kevin Cook dalam video Pricing The Priceless-The Great Pyramid (National Geographic) mencoba menghitung harga tersebut. Pertama, dia menghitung harga semua batu-batuan yang menyusun Piramida. Menurut Dr. Zahy Hawas, jenis batu-batuan tersebut adalah batu granit. Memang sih, ada teori lain seperti yang dipublikasikan oleh majalah “Journal of American Ceramic Society”, Firaun menggunakan jenis tanah slurry untuk membangun Piramida. Tanah tersebut diproses sedemikian rupa, hingga membatu seperti yang kita lihat sekarang ini. Sementara untuk dasarnya, Firaun menggunakan batu alam.

Kamis, 30 Oktober 2014

ASI, Susu Formula, dan Fikih

Dalam salah satu halaqah acara Khawater 10 (program rutin di salah satu TV Saudi), disinggung manfaat ASI. Ia merupakan anugerah yang tak terhingga dari Allah. Ada banyak kandungan gizi yang terdapat dalam ASI tak bisa ditemukan dalam susu olahan manapun (termasuk susu Formula).

Pertanyaannya, kalau ada seorang ibu kandung nggak dapat ataupun terhalang dari menyusui bayinya, terus gimana? Jawaban paling mudah memang membeli susu Formula.

Namun, terlepas dari pilihan tiap orang, fikih telah membahas hal ini. Seorang suami dapat meminta wanita lain untuk menyusui anaknya (istirdhaa’). Para ulama telah menerapkan tata cara serta akad dalam hal ini secara detail. Untuk lebih jelasnya, bisa kita tengok kembali kitab fikih yang membahas seluk-beluk istirdhaa'.

Senin, 27 Oktober 2014

Al-Quran dan Kebangkitan Peradaban

Seperti kita ketahui bahwa ayat-ayat dalam Al Qur'an berkaitan dengan seluk beluk kehidupan manusia. Bukan hanya ayat-ayat yang berkaitan dengan hubungan secara vertikal (hablumminallaah), akan tetapi juga berkaitan dengan hubungan secara horisontal (hablumminannass). 

Kejayaan peradaban Islam masa lampau, tidak lepas dari tradisi mentadaburi Al Quran. Dengan kata lain, masa keemasan umat Islam masa lalu terinspirasi oleh Al Quran. Realisasi dan aplikasi ayat-ayat Al Quran inilah yang seharusnya kita galakkan lagi. Al Quran tidak hanya berisi bagaimana tata cara ibadah kepada Allah, akan tetapi juga tata cara bagaimana menciptakan peradaban gemilang di bumi.

Di antara syarat terciptanya peradaban yang gemilang adalah majunya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Menurut Syaikh Jauhari Thantawi, seperti dikutip oleh Agus Purwanto (Ayat-Ayat Semesta, 2008), di dalam kitab suci Al Quran terdapat lebih dari 750 ayat kauniyah yaitu ayat tentang alam semesta.

Pentingnya Tadabur dan Bersikap Kritis

Gambar: wathakker.info
Allah berfirman di dalam Al Qur'an, "Maka tidakkah mereka menghayati Al Qur'a, ataukah hati mereka sudah terkunci?" [Q.S. Muhammad: 24]. Di tempat lain juga di sebutkan, "Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al Qur'an? Sekiranya (Al Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya." [Q.S. An Nisa': 82].

Dari dua ayat di atas, tersirat pentingnya mentadaburi Al Qur'an. Mentadaburi Al Qur'an sama artinya dengan memahami maknanya. Hal ini merupakan langkah awal dalam menyimpulkan sebuah hukum dari Al Qur'an itu sendiri. Prof. Sayyid Ismail (Fawatih Suwar al Quran al Karim, 2010) berkata, "Bagaimana bisa menyimpulkan hukum dari Al Quran, tanpa menguasai maknanya?"