Kamis, 05 Mei 2016

Al-Qur'an antara Tuduhan dan Realitas

Biarlah Al-Qur’an menjelaskan identitas dirinya. Mampukah ia membuktikan bahwa ia datang dari Allah? Kenapa sebagian ayat-ayatnya disampaikan berulang-ulang? Kenapa sebagian ayat-ayatnya terlihat seperti saling bertentangan? 

Bagaimana cara memahami ayat-ayat yang membahas tentang peperangan? Apakah Al-Qur’an mendorong manusia untuk melakukan tindak kekerasan? Apakah ia kitab yang menyebabkan manusia berada dalam kemunduran? Serta masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan sejenis yang jawabannya akan Anda temukan dalam buku ini.

Penulis menggunakan gaya bahasa sederhana serta istilah yang mudah dipahami dalam membahas hal-hal serius seputar Al-Qur’an dan agama Islam. Buku ini tidak hanya menjadi media untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga media perenungan bagi setiap orang untuk terus-menerus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. 

"Al-Qur'an, antara Tuduhan dan Realitas, buku sahabat Irja Nasrullah ini membiarkan Al-Qur'an membuktikan dirinya sendiri sebagai kebenaran dari kehadirat Ilahi yang mengandung nilai-nilai kebaikan, kemajuan, keselamatan, kerukunan, ketenteraman, kedamaian, persaudaraan, kesantunan, kesejahteraan, kemudahan, dan keindahan." 
(Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, Guru Besar Tafsir Al-Qur'an UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Judul              : Al-Qur'an antara Tuduhan dan Realitas
Penulis           : Irja Nasrullah
Penerbit         : Quanta Elexmedia Komputindo (Kelompok Kompas Gramedia)
Tahun Terbit : 2016 

Sabtu, 05 Maret 2016

Tuhan Maaf Kami Belum Bersyukur

Tuhan, maafkan kami. Jangankan mengucap zikir dan syukur, lisan ini malah sering kami gunakan untuk berghibah, fitnah, dusta, bahkan adu domba. Maafkan kami bila mata ini jarang sekali "membaca" Al-Quran. Jangankan pergi shalat berjamaah atau ke majlis ilmu, berdiri sesaat untuk shalat di rumah pun sudah terasa berat dan membebani.

Tuhan, maafkan kami. Biaya hidup kami amatlah banyak. Hingga kami merasa tak ada yang tersisa untuk kami berikan kepada kaum lemah dan dhuafa. Alih-alih berbagi menolong sesama, nikmat-Mu malah kami habiskan untuk memenuhi gaya hidup kami yang boros dan foya-foya.

xxx

Buku ini menyegarkan kembali kesadaran kita bahwa mensyukuri nikmat Allah memang tak semudah menikmatinya. Aneka nikmat dan karunia sering kali disikapi sebagai suatu hal yang biasa dan sudah sewajarnya. Padahal sekedipan mata, seembusan napas, hingga sedetakan jantung adalah wujud rezeki yang sungguh tak tergantikan nikmatnya. Banyak manusia yang lulus dari cobaan kesulitan, tetapi lebih banyak lagi yang gagal dari ujian nikmat dan kesenangan.

Semoga dengan membaca buku ini kita bisa meneladani sosok-sosok pribadi seperti Sulaiman a.s., yang dikaruniai kerajaan dan kekuasaan, tetapi tetap sadar penuh kesyukuran. Seperti Muhammad Saw., yang meneladankan keinsafan bahwa bagi setiap nikmat pasti akan ada tanya.

Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Mizania (Mizan Group)

Allah You Are My Everything: Mencintai Allah Lebih dari Apa Pun

Selagi masih hidup di dunia, pernahkah kita renungkan, lebih banyak mana waktu yang kita habiskan, untuk akhirat atau dunia? Mumpung masih ada waktu, sudahkah meniatkan setiap aktivitas kita sebagai ibadah kepada-Nya?

Bagai kacang lupa kulitnya, manusia pecinta dunia lupa akan tujuan sejati penciptaannya. Tak lagi mengingat bahwa pengembaraannya di dunia tak lain untuk berbekal amal. Dunia dengan segala kelezatannya, yang seharusnya menjadi jalan mendekatkan diri kepada-Nya, justru menjadi sumber petaka.

Buku ini berisikan langkah-langkah konkret untuk bisa bergaya hidup yang akhirat oriented, menjadikan Allah sebagai puncak tujuan dan pencapaian hidup, mencintai Allah lebih dari apa pun. Mengajak kita untuk menyadari kembali bahwa dunia yang sesaat ini menentukan nasib kita selamanya di akhirat.

"Ya Allah, janganlah Kau jadikan dunia ini sebagai puncak obsesi kami. Jangan pula Kau jadikan ilmu kami hanya untuk dunia, dan tidak pula dunia ini sebagai akhir perhentian kami."

Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Mizania (Mizan Group)

Menyibak Rahasia Kesuksesan ala Surah Yusuf

"Setiap orang berhak menikmati kesuksesan serta mereguk kebahagiaan sejati." Banyak orang menganggap bahwa kata-kata tersebut tak lebih dari motivasi basi yang diulang dari mulut ke mulut, dan dari buku ke buku. Mereka tak kunjung mampu mewujudkan kesuksesan dan kebahagiaan yang selama ini diimpikan. Atau mungkin mampu mewujudkannya, tetapi sifatnya hanya sementara serta kurang bermakna.

Buku Menyibak Rahasia Kesuksesan ala Surah Yusuf, akan membantah anggapan di atas sekaligus memberikan solusi kongkret dalam meng-gapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Apa yang akan Anda dapatkan dalam buku ini?

1. Bagaimana cara untuk mengubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan?
2. Bagaimana cara mengeksplorasi potensi diri dan mendayagunakan-nya?
3. Bagaimana agar diri selalu teguh berusaha hingga 'gol'?
4. Trik jitu menggapai kebahagiaan di dunia yang berbuah kebahagiaan akhirat
5. Solusi menyelesaikan permasalahan dalam rumah tangga
6. Rahasia menggapai kesuksesan pribadi dan juga sesama
7. Rahasia agar kesuksesan saat ini bisa mengalirkan manfaat bagi keturunan dan generasi selanjutnya
8. Rahasia menggapai kesuksesan abadi, walaupun ruh telah dijemput oleh-Nya

Dan berbagai rahasia kesuksesan sejati ala surah Yusuf yang selama ini jarang diungkap. Kisah-kisah inspiratif dan mutiara-mutiara hikmah juga akan Anda temukan, yang menjadikan buku ini semakin lezat dinikmati.

Penulis: Irja Nasrullah
Penerbit: Quanta Elexmedia Komputindo (Kompas Gramedia Group)

Minggu, 09 Agustus 2015

Aku Tak Sempurna


Aku Tak Sempurna (Bukan Alasan untuk Terus Bodoh dan Bergelimang Dosa)

Tak ada yang sempurna. Itu, pasti karena setiap orang punya kekurangan. Tapi, apakah ketaksempurnaan itu lantas membuat kita boleh mengalah pada masalah? Pantaskah menjadikan kelemahan sebagai alasan untuk tunduk di hadapan bujuk rayu hawa nafsu?

Buku ini menyelami lebih dalam tentang hakikat manusia dan tabiatnya. Mengajak kita untuk menyikapi kelemahan bukan sebagai pembenaran atas kesalahan. Sebab di samping keterbatasan yang ada, Allah telah menitipkan segudang talenta dan keajaiban pada diri manusia. Bahwa ketakberdayaan, sejatinya justru mendorong manusia untuk terus berjuang menggapai "kesempurnaan diri", agar tak terus tenggelam dalam kebodohan dan dosa.

Apakah dengan segala ketaksempurnaan itu, kita mau berusaha sekuat tenaga untuk menjadi mulia atau malah pasrah untuk terus menjadi pendosa? 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS Al-Ra'd [13]: 11) 

Kamis, 30 April 2015

Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allah

Apakah Anda pesimistis karena tidak punya pekerjaan? Putus asa karena tak juga menemukan jodoh idaman? Atau kecewa karena tak pernah puas dengan keadaan sekarang? 

Buku ini berisikan tuntunan tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi hidup dan tak pernah berputus asa dalam menjalaninya. Diawali dengan Memahami Hakikat Masalah¸Anda akan memahami bahwa semua orang pasti punya masalah, masalah takkan melebihi kemampuan kita, dan yakini bahwa bersama satu masalah ada banyak kemudahan. Tahapan selanjutnya adalah Muhasabah Diri, mengupas tentang bagaimana upaya kita untuk berani menemukan kekurangan sekaligus kelebihan kita. Berikutnya, Perbaiki Diri, Anda akan diyakinkan untuk selalu optimistis melakukan yang terbaik, terus berjuang dan jangan tersiksa dengan penilaian orang lain. Dan pada bagian terakhir, kita diajak untuk Dekati Allah, sebab inilah sesunngguhnya kunci kebahagiaan hidup setiap manusia. 


Membaca buku ini akan mengubah yang pesimistis jadi optimis, kecewa jadi bahagia, dan yang putus asa jadi yakin dan percaya. Ada juga 40 resep hidup sabar dan optimis ala Rasulullah Saw. Disertai 40 kisah inspiratif di dalamnya. Ditulis dengan gaya bahasa pergaulan sehari-hari, buku ini cocok dinikmati semua kalangan, tanpa batas usia.

"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir." (QS Yusuf [12]: 87)

Judul: Jangan Pernah Putus Asa dari Rahmat Allah


Penerbit: Mizania

Resensi "Wasiat Rasul untuk Para Pecinta"


Jatuh cinta berjuta rasanya, inilah penggalan bait lagu yang menggambarkan perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Setiap hati manusia memiliki cinta, fitrah yang tidak bisa dipisahkan.  Allah SWT yang telah meletakkan cinta di hati. Adanya cinta membuat kehidupan menjadi indah. Apa arti cinta yang sesungguhnya? Jawabannya ada di buku Wasiat Rasul untuk Para Pecinta. Cinta dalam pandangan Islam dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Buku ini membahas tentang serba-serbi cinta, cinta dan persahabatan, hukum pacaran, mengendalikan nafsu, pernikahan, gambaran keadaan surga dan neraka, dan mengajak untuk  tetap istiqamah. Irja Nasrullah penulis buku ini yang berdarah muda nan penuh prestasi, menuturkan cinta secara detail dan tentu disisipi penggalan ayat suci Al-Qur’an dan hadits-hadits  yang relevan.

Apa definisi cinta yang sesungguhnya? Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa cinta mempunyai 60 istilah. Menurut beliau juga dalam kitabnya yang berjudul Madarijus Salikin bahwa tidak ada definisi cinta yang lebih jelas daripada cinta itu sendiri. Bahkan bila didefinisikan, justru akan membuat maknanya semakin kabur dan kering. Hakikat cinta ya kata cinta itu sendiri. Perkataannya mirip dengan puisi Rumi, Cinta sendirilah yang mampu mendefinisikan cinta itu sendiri. (Halaman 4).